Semakin resah menjadi kalut
Tak menentu hingga buntu
Mata kelip, hati masih kejang
Tak terturut minda yang berlari
Berhentilah berfikir
Hey si hati yang degil
Apa yang kau fikirkan
Apa yang kau cari
Apa yang kau kalut
Berhentilah dari sesak yang mendesak
Aku tidak mencari
Namun ia menular
Menginap sepelusuk hati
Menjadi racun sebagai penawar
Sampai bila harus ku layang hati ini
Terapung di awangan
Terbang di bawa angin pilu
Walau hati terpatri mati
Alam tak bisa menghurai
Pujangga tak bisa melagukan
Dugaan yang menjadi adunan kehidupan
Kini cuba menjentik hati yang keliru
* Nota buat Nur Aisya : 15 Syaaban - 16 Syawal 1431
No comments:
Post a Comment